Tips memilih koi
Sebelum kita memasuki dunia Koi, ada hal-hal yang perlu kita ketahui
mengenai
kelas-kelas Koi. Meski jika kita ingin koi
dipelihara sekedar hobi semata maka hal-hal tersebut menjadi tidak
penting. Asal koi yang dipilih kita suka dan indah menurut kita, tidak
ada masalah dengan istilah-istilah ataupun kels-kelas kualitas koi. Akan
tetapi jika diinginkan memelihara Koi untuk tujuan kontes atau
kejuaraan maka ada hal-hal baku yang perlu diperhatikan dan dipenuhi
dalam memilih koi yang baik, tidak sekedar bagus menurut kita tetapi
juga bagus menurut standard penjurian. Di Jepang dan dunia ada
perbedaan istilah antara “
Koi” dan “Nishikigoi. Koi
Merupakan istilah bagi ikan Karper/mas sebagai ikan konsumsi sedangkan
Nishikigoi merujuk pada ikan Mas yang ditujukan untuk hiasan. Meskipun
akhirnya istilah ini menjadi bercampur aduk, kadang orang menyebut koi
sebagai ikan hias.
Ikan Koi merupakan keluarga
ikan mas (Karper)
yang merupakan hasil pembiakan silang dari berbagai macam jenis dan
warna ikan koi, sehingga dihasilkan warna dan pola ikan yang beraneka
ragam dan memiliki keindahan. Proses pembiakan dan kawin silang ini
dilakukan selama bertahun-tahun dan dilakukan perbaikan-perbaikan. Untuk
menghasilkan Koi dengan kualitas super proses seleksi berlangsung
sangat ketat dan teliti. Selain menghasilkan koi dengan kualitas baik,
kawin silang juga telang menghasilkan jenis-jenis koi yang beraneka
ragam ( Kohaku, Sanke, Showa,Ogon dan lain-lain ).
Melihat proses perkembangbiakan yang sangat panjang wajar jika
Koi
dengan kualitas super (Quality Show) berharga cukup
mahal. Selain Faktor keturunan yang diseleksi secara ketat tersebut,
keindahan Koi sangat tergantung pada faktor lingkungan tempat ia tinggal
(kolam koi), Koi yang bagus dan berharga mahal bisa menurun kualitasnya
jika dipelihara dalam kolam yang buruk kualitas airnya. Demikian
sebaliknya koi yang semula kurang bagus bisa berubah menjadi koi yang
cantik jika lingkunan dan makananya cukup mendukung. Disinilah peran
hobis sangat penting dalam menentukan bagaimana bisa memprediksikan masa
depan seekor ikan koi dan penting memiliki pengetahuan dalam memelihara
dan merawat koi. Sayang jika kita membeli Koi dengan harga yang mahal
tetapi kita tidak bisa merawatnya. Sebaliknya menjadi keuntungan jika
kita membeli koi dengan harga murah tetapi dalam jangka waktu tertentu
menjadi koi Juara yang harganya tidak terbatas.
Biasanya Koi diklasifikasikan dalam beberapa level kualitas Koi.
Masing-masing level memiliki kualitas keindahan dan harga yang
berbeda-beda..
1. Pond Quality
Secara umum Koi merupakan Ikan yang memiliki keindahan dan pesona
tersendiri, Koi kategori ini merupakan hasil proses penyortiran dari
breeder koi dan dapat dibeli di toko ikan hias atau peternak. Sebagian
besar jenis Koi dibesarkan secara lokal dengan garis darah campuran dan
tidak ada catatan sebelumnya. Sering kali tidak diketahui siapa yang
melakukan penangkaran dan sebagian besar tidak digunakan untuk
kompetisi. Namun demikian kategori koi ini cukup murah dan menyenangkan
sebagai hiasan di dalam kolam.
2. Ornamental Quality
Koi dalam kategori ini berasal dari indukan yang berkualitas baik dan
memiliki garis darah yang dapat dipertanggungjawabkan baik, bentuk
tubuh yang baik, dan warna yang indah. Satu-satunya perbedaan antara
kualitas Ornamental Koi dan Show Quality Koi adalah pada pola warnanya.
Salah satu parameter penting dalam Show Quality Koi adalah keserasian
pola warna yang bagus dan tanpa “kesalahan”. Kebanyakan Koi jenis ini
memiliki pola yang tidak seimbang dengan banyak kesalahan, meskipun
demikian koi ini sangat indah dan bisa dibeli dengan harga yang cukup
murah. Koi dalam kategori ini dapat digunakan sebagai indukan koi yang
cukup bagus.
3. Show Quality
Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi dalam memilih kualitas
Koi untuk Show atau masuk dalam kategori
Koi Show Quality.
Jenis koi ini harus memiliki:
1. Bentuk tubuh yang baik, seperti bentuk torpedo dan memiliki warna
yang cemerlang
2. Memiliki kulit yang mengkilap.
3. Pola tepi warna yang tajam (kiwa), batas antar warna harus tajam dan
tegas seperti kulit yang disilet.
4. Kemerataan warna dalam pola.
5. Keseluruhan pola seimbang.
Para ahli menganggap
keturunan menjadi unsur yang sangat
penting dan menentukan sebagian besar
kualitas Koi Show.
Memiliih Koi dengan Kualitas Show harus memperhatikan asal-usul indukan
dengan garis darah yang baik.
Tips Memilih Koi Showa
Berdasarkan pendapat Dr. Arthur Lembke ada beberapa kriteria yang
bisa diterapkan dalam memilih Koi jenis Showa ini. Berikut point-point
tips tersebut:
1. Memiliki Semua Pola Kohaku yang baik. Koi Showa mengandung warna
Merah dan Putih seperti Koi Kohaku, perhatikan Pola ini, baik dari
Kualitas Hi (merah) maupu putihnya.
2. Kepala Terdiri atas 3 warna Merah,Putih dan Hitam dalam jumlah
yang sama.
3. Pola Warna pada kepala yang paling baik adalah Pola Kohaku dan
strip hitam berbentuk V Pada.
4. Pola Warna Hitam Pada showa akan terus berkembang, pilih yang
memiliki waran meraqh dan putih yang baik.
5. Warna Merah ada Showa pada awalnya bisa berwarna Orange dan akan
berkembang menjadi merah seiring pertumbuhan.
6. Pectoral Fin Idealnya hampir semua berwarna hitam kecuali untuk
bagian terluar.
7. Sirip Tidak Boleh berwarna merah, Semua sirip berwarna putih atau
sedikit hitam.
8. Persentase warna pada showa Klasik adalah 40% Merah, 40% itam dan
20 % Putih.Modern Showa memiliki persentase warna Merah,Hitam dan Putih
yang sama.
9. Showa merupakan Koi yang paling sulit dipilih saat muda karena
selalu mengalami perubahan saat tumbuh.
Ringkasan Tips Memilih Koi Sanke
1. Semua Syarat yang ada pada Koi Kohaku
2. Hitam Tidak pada Kepala tapi pada punggung Ikan Koi.
3. Hitam dimulai tepat dibelakang Kepala Koi.
4. Pola Hitam Seimbang dan lebih baik pada bagian warna putih
dibandingkan diatas warna merah.Warna Hitam di atas wana merah bisa
diakomodasi.
5. Bintik-bintik hitam lebih baik jika tidak lebih besar dari seperempat
dan tidak boleh mengalihkan perhatian dari pola merah.
6. Prosentase warna pada Koi Sanke adalah merah 70%, Hitam 10% dan
sisanya Putih.
7. Sirip Berwarna Putih. Boleh Ada Strip Hitam tetapi jangan terlalu
banyak. Seiring dengan pertumbuhaan Koi sanke, strip bisa berkembang.
Jenis Ginrin Koi
Koi Ginrin dapat diklasifikasikan ke dalam 4 kategori yaitu:
Beta / Niigata Gin Rin: Jenis Beta Ginrin ini
merupakan koi yang jarang ditemukan. Beta Ginrin memiliki kilauan warna
yang full menutupi seluruh sisik, seperti cermin padat yang memiliki .
Dengan kata lain Beta Ginrin memiliki sisik mengkilap lengkap.

Pola Koi Beta Ginrin
Tama / Pearl Gin Rin (mengkilap di tengah setiap
sisik) : Juga jarang terlihat hari ini. Spot kemilau muncul sebagai
titik reflektif kecil di tengah sisik. Bentuk dari Pearl Gin Rin ini
menyerupai mutiara yang muncul pada sisik ikan koi. Nama lain dari Pearl
Gin Rin adalah Tsubo Gin Rin.

Pola
Koi Pearl Ginrin
Kado Ginrin (hanya tepi sisik yang mengkilap) :
Memiliki pola kemilau pada tepi luar dari sisik .

Kado
Ginrin
Hiroshima atau Diamond Gin Rin (garis mengkilap pada
setiap sisik) : jenis paling umum dan paling halus. Pola kemilau pada
sisik menyerupai berlian yang muncul pada permukaan sisik koi.
Diamond Gin Rin yang baik muncul sebagian besar pada punggung koi /
contoh terbaik memiliki setidaknya tiga baris gin rin di setiap sisi
sirip punggung mereka terorganisir ke dalam baris yang rapi lengkap
tanpa kesenjangan dan sama kuat pada semua warna koi.

Pola Koi Diamond Ginrin
Apresiasi Koi Ginrin
• Poin yang berlaku untuk Kohaku, Sanke dan Showa juga berlaku.
Kin-gin-rin dianggap sebagai fitur ‘add-on’, sehingga poin yang
berkaitan dengan masing-masing varietas dasar juga penting. Misalnya,
kulit putih untuk ketiga varietas harus putih murni, dari hidung hingga
ekor, tanpa bintik-bintik atau noda.
• Beta-gin dianggap terbaik, meskipun Hiroshima-gin rin adalah yang
paling umum. Untuk keunggulan, kerabat-gin-rin garis sisik harus lengkap
dari bahu hingga ke ekor dan bersinar . Sejumlah besar keluarga-gin-rin
mencapai garis sisik di sisi juga sangat dihargai.
Hikari Mono atau lebih banyak dikenal dengan nama
Ogon merupakan koi dengan warna metalik dan hanya memiliki
satu warna saja. Dalam bahasa Jepang Hikari berarti metalik atau
berkilau sedangkan mono berarti satu. Sedangkan ogon sendiri berarti
emas. Sebutan lain untuk
Koi Ogon adalah Hikari
Mujimono yang sebenarnya mengandung double kata, karena muji sendiri
berarti satu.
Koi ogon terdiri atas beberapa jenis yang didasarkan
pada warna ikan, misalnya saja koi metalik yang berwarna putih/platinum
maka disebut
Platinum Ogon. Sedangkan ogon yang
berwarna kuning terang atau hampir seperti emas disebut
Yamabuki
Ogon.
Nezu ogon merupakan ikan koi metalik dengan warna
dasar grey(abu-abu), sedangkan
Orenji Ogon merupakan
ogon yang berwarna orange metalik.
Karena warna yang terang dan cemerlang ogon menjadi koi yang mudah
untuk dilihat. Kekuatan
ogon adalah pada
kualitas
Hikari atau kecemerlangan warna metaliknya. Selain
kecemerlangan warna pada ogon, pola net pada sisik juga turut
mempercantik koi ini.

Yamabuki
Ogon, Platinum Ogon,Orenji Ogon, Dan Nezu Ogon
Jika dibandingkan dengan
Koi dengan sisik Ginrin, ogon
hampir-hampir memiliki kesamaan. Untuk membedakan kedua jenis koi ini
memang agak sulit, namun jika melihat keduanya secara bersamaan akan
bisa dibedakan dengan lebih mudah.
Kemilau pada koi ginrin lebih nampak memantulkan sinar sedangkan pada
ogon cenderung merata pada bagian belakang kulit. Hal ini karena
penempatan pigmentasi warna yang berbeda antara ogon dan ginrin. Bagian
penting yang membedakan antara keduanya adalah pada tepi sisik ikan.
Karena hanya memiliki satu warna penilaian ogon didasarkan pada
kualitas warna metalik dan tentu saja pada body conformation. Ogon juga
memiliki karakter yang cepat dalam pertumbuhannya dan cukup jinak jika
dipelihara.
Jika anda mencari
koi ogon saat masih muda maka pilih
koi yang bagian kepalanya bersih dan tidak ada noda sedikitpun
hampir-hampir seperti botak namun memiliki permukaan yang kemilau.
Seiring dengan pertambahan usia, warna ogon akan cenderung lebih gelam
dan muncul bintik-bintik pada bagian kepala yang tidak diharapkan .
Kujaku merupakan jenis koi yang berkembang pada
beberapa tahun belakangan. Semakin lama peminat koi
Kujaku
semakin meningkat. Pada level kontes Kujaku juga telah banyak diikuti
oleh peserta. Dalam
klasifikasi jenis Koi, Kujaku
dimasukkan dalam kategori
Hikarimoyo bersama dengan Kin
Showa, Yamato Nishiki,
Doitsu Hariwake dan Kikusui. Pola
kohaku pada Kujaku menjadi salah
satu daya tarik dari ikan koi jenis ini
Kujaku adalah Koi Metalik (ogon) dari varian
Matsuba
dengan Pola warna merah atau orange seperti pola pada Kohaku. Pola
Matsubanya menyerupai bulu burung merak sehingga koi jenis ini diberi
nama Kujaku. Kujaku dalam bahasa Jepang berarti burung merak.

Kujaku
Koi
Karena merupakan koi metalik maka bentuk pola net pada
Kujaku
menjadi penting untuk dipertimbangkan. Selain itu kecemerlangan warna
metalik (Hikari) juga menjadi penentu kualitas Kujaku.Selain itu Fukurin
yang bersih dan jernih juga membuat Kujaku lebih menarik. Kriteria lain
seperti bentuk tubuh mengikuti standard
penilaian ikan koi yang lain.
Pada awalnya kujaku yang dikembangkan merupakan versi doitsu atau
tanpa sisik, namun semakin lama semakin sulit menemukan
Kujaku
tanpa sisik
(doitsu) yang berkualitas baik.Pada bagian
Kepala
Kujaku Bisa memiliki warna atau bersih tetapi
tidak ramai oleh beberapa warna.
Pedoman memilih koi shusui:
1. Sisik Pada sepanjang punggung berwarna biru indigo.
2. Pola sisik sepanjang punggung harus rapi dan meliputi dari bawah
kepala sampai punggung.
3. Pola sisik di pungung harus rapi dan tidak boleh ada sela.
4. Tidak ada sisik lain di luar sepanjang punggung. Jika ada sisik
diluar itu atau disebut Mudagoke, itu menjadi pengurang nilai Shusui.

Shusui
Pertimbangan lain dalam memilih shusui adalah sama dengan
memilih asagi. Namun yang penting
diperhatikan, bagian tidak bersisik pada koi shusui sangat rentan
terhadap munculnya bintik -bintik hitam yang disebut dengan Jyami.
Jenis koi yang satu ini memiliki keindahan
tersendiri bagi penggemar ikan koi.
Asagi merupakan koi
yang sudah cukup lama keberadaannya.
Keindahan Asagi terletak
pada pola jaring yang ada pada sisik ikan yang dikombinasikan
dengan warna dasar biru indigo. Jika kita akan memilih Asagi sebagai
peliharaan kita ada beberapa hal yang penting untuk dijadikan rujukan
dalam memilihnya. Sebagaimana ikan koi jenis lainnya, Asagi memiliki
kecenderungan untuk mengalami perubahan seiring dengan pertambahan usia
dan ukuran asagi.
Bagi yang lebih suka
memelihara koi dari usia yang muda
dan ukuran kecil, penting untuk dipertimbangkan beberapa hal yang
mungkin akan berubah pada koi asagi. Pada usia yang masih muda ada
beberapa pertimbangan dalam
memilih Asagi antara lain :
Pola jaring/net di badan harus cukup terang karena
jaring cenderung menjadi gelap seiring dengan perubahan waktu. Selain
itu warna a biru indigo harus cukup bagus dan tegas. Namun jangan
sampai batas net/jaring tertutup.
Sisik dengan pola gin rin perlu dihindari saat memilih Asagi muda,
karena ini akan menggangu keindahan asagi saat koi tumbuh.
Selanjutnya, melihat bagian hidung yang memiliki warna putih
yang jernih. Jika hidung berwarna putih persih maka biasanya dalam
perkembangannya, bagian kepala juga akan mengikuti berwarna putih
bersih.
Sebaliknya apabila bagian hidung agak kotor atau kurang putih bersih,
bagian kepala cenderung menjadi tidak jelas dan dapat merambat ke
bagian wajah bercak-bercak hitam.
Sirip dada harus semua atau sebagian besar merah.
Merah pada sirip dada umumnya menarik untuk membentuk sebuah Motoaka
(merah pada sirip dada +/- 30%). Ekor bisa jernih atau memiliki beberapa
warna merah.
Hi (merah ) di sisi tubuh cenderung muncul lebih tinggi pada ikan Asagi
yang sudah matang, jadi pilihlah yang memiliki warna merah yang tidak
terlalu dominan .
Hendaknya warna merah pada bagian perut dan biru pada bagian atas
lurus sepanjang badan dan dibatasi oleh warna putih yang lurus.
Tancho merupakan Koi dengan warna merah bulat yang khas pada bagian
kepala dan warna tersebut tidak muncul ti tempat yang lain. Perpaduan
warna putih dan bulatan merah pada koi Tancho mirip dengan bendera
Jepang. Jika warna merah bulat pada bagian kepala diikuti pula dengan
munculnya warna di lain tempat maka koi tersebut dikenal dengan nama
Maruten.
Meski Tancho biasanya diasosiasikan dengan Kohaku, yaitu pola bulat
merah pada bgaian kepala dan bagian tubuh yang lain berwarna putih,
namun setiap jenis koi pada dasarnya bisa membentuk pola Tancho.
Contohnya adalah Tancho Ogon, yaitu koi metalik (platinum, nezu ogon,koi
kuning ) dengan bulatan merah metalik hanya pada kepala.
Selain itu ada pula pola tancho yang muncul untuk jenis koi Sanke dan
showa. Dan biasanya pola Tancho yang ada pada kelas Gosanke (Kohaku,
Sanke, Showa) yang sering muncul pada ajang kontes koi.

Tancho
Kohaku Dan Tancho Sanke
Untuk menilai Koi Tancho yang penting untuk diperhatikan adalah warna
dasar yang bersih dan kokoh. Warna merah yang menjadi pola Tancho harus
tajam dan bulat. Bulatan merah besar mencakup semua bagian kepala tetapi
tidak sampai ke muka dan mata koi. Selain kriteria tersebut
kriteria-kriteria koi yang baik pada umumnya juga berlaku untuk Tancho.
Tancho Kohaku biasanya menjadi icon dari Koi Tancho yang ideal, karena
itu latar belakang warna putih polos yang bersih akan menambah anggun
Tancho Kohaku. Selain itu sisik juga harus rapi karena ini akan menambah
keindahan Tancho.
Pada usia muda pola warna merah pada tancho kadang-kadang tidak
stabil. Warna merah bisa pudar bahkan hilang karena beberapa sebab,
misalnya saja stress dan lingkungan yang tidak mendukung. Karena itu
dalam memilih Tancho pilihlah yang memiliki kualitas merah yang cukup
tebal.
Tancho memang salah satu jenis koi yang cukup menawan sebagai variasi
dari berbagai macam pola koi. Banyak penggemar yang melengkapi
koleksinya dengan Koi Tancho.
Seperti halnya zebra yang memiliki belang warna hitam dan putih,
shiro utsuri menjadi
koi yang cukup menawan.
Bersama dengan
Hi Utsuri dan Ki Utsur imenjadi bagian dari
Utsurimono dalam
klasifikasi ikan koi. Dari ketiga jenis
koi dalam kelas utsurimono,
shiro utsuri selalu
menunjukkan performa yang lebih baik dalam show.
Shiro utsuri
merupakan jenis ikan koi yang cukup menantang dan memiliki nilai
tersendiri bagi pecinta koi. Seiring dengan pertumbuhannya,
perubahan-perubahan sering terjadi. Di sinilah seni, kepiawaian memilih,
memelihara dan pengalaman memelihara koi akan teruji.
Dalam
memilih shiro utsuri hal penting yang perlu
dipertimbangkan dimulai dari bagian kepala.
Kepala Shiro Utsuri
harus memiliki
warna hitam dan putih. Jangan memilih
shiro utsuri yang bagian kepala berwarna hitam semua atau putih semua.
Jika kepala hanya memiliki satu warna saja menjadi tidak menarik apalagi
untuk kontes.

Shiro
Utsuri Koi
Langkah selanjutnya adalah
memilih pola yang menarik pada
bagian kepala. Komposisi warna pada bagian kepala kurang lebih
40% hitam dan 60% warna putih. Pola warna hitam tegas yang membentuk
huruf V pada bagian kepala turun sampai bagian wajah merupakan pola yang
menarik dan banyak disukai.
Pada
shiro utsuri klasik kombinasi warna hitam dan
putih pada bagian badan adalah seimbang(50% hitam dan 50% putih), namun
dalam penjurian saat ini warna putih yang dominan lebih banyak dipilih.
Seperti halnya ikan koi lain pola warna hitam dan putih shiro utsuri
harus menarik . Jangan memilih shiro utsuri yang memiliki bintik/spot
hitam namun demikian jangan pula memilih Shiro Utsuri yang terlalu
banyak dominasi hitam.
Kualitas warna putih juga penting untuk dipertimbangkan dalam memilih
shiro
utsuri. Ada kalanya shiro utsuri muda memiliki warna putih
yang cenderung masih abu-abu atau kekuningan. Demikian juga dengan warna
hitam yang masih terpendam dan seiring pertumbuhan koi (finish) warna
hitam akan muncul dengan jelas dan warna putih juga semakin terang.
Pada bagian sirip shiro utsuri yang penting adalah memiliki warna
hitam secara keseluruhan. Hindari shiro utsuri yang hanya memiliki
sedikit warna hitam dan tidak terdapat kesamaan pola antara sirip kanan
dan kiri. Karena warna
shiro utsuri hanyalah terdiri
atas warna hitam dan putih, perhatikan dengan seksama tidak ada spot
merah yang muncul. Hal ini sering terjadi terdapat spot merah yang
kurang begitu terlihat dengan jelas muncul pada shiro utsuri.
Setelah semua kriteria shiro utsuri tersebut didapatkan pada ikan
koi, maka selanjutnya adalah memilih bentuk badan yang baik/ body
conformation yang baik. Seperti bentuk badan koi yang lainnya tidak ada
cacat, bentuk menyerupai torpedo dan badan yang kekar yang memungkinkan
pertumbuhan menjadi ikan koi jumbo.